Aksi Cepat Tanggap Prajurit Korpasgat dalam Operasi SAR Hari Kelima Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Aksi Cepat Tanggap Prajurit Korpasgat dalam Operasi SAR Hari Kelima Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

MAROS – SULAWESI SELATAN. Semangat pantang menyerah dan dedikasi tinggi kembali ditunjukkan Prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dalam Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dengan registrasi PK-THT yang dilaporkan hilang kontak (lost contact) di kawasan pegunungan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros/Pangkep, Sulawesi Selatan. Memasuki hari kelima operasi, Rabu (21/01/2026), prajurit Korpasgat terus bergerak cepat di tengah medan ekstrem dan cuaca yang dinamis.

 

Pada hari kelima ini, sejumlah kegiatan krusial berhasil dilaksanakan sebagai bagian dari upaya percepatan evakuasi. Pada hari kelima operasi SAR berlangsung dengan sejumlah kegiatan penting dilaksanakan, antara lain dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat Cessna Caravan 208/PK-SNM, pergerakan Tim K9, serta evakuasi black box pesawat yang berhasil diturunkan dari Pos 9 menuju Posko Tompobulu.

 

Di hari yang sama, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H. menyampaikan perkembangan hasil Disaster Victim Identification (DVI) yang memastikan satu jenazah perempuan berhasil teridentifikasi atas nama Sdri. Florencia Lolita Wibisono (33 tahun). Informasi ini menjadi bagian penting dari proses kemanusiaan yang terus dikedepankan dalam operasi SAR terpadu tersebut.

 

Dalam operasi hari kelima ini, Korpasgat mengerahkan 47 personel, terdiri dari 27 personel Tim SAR Darat yang beroperasi di sekitar Posko Tompobulu dan 20 personel Tim SAR Udara yang siaga di Lanud Hasanuddin serta Skadron Udara 11. Seluruh personel bekerja tanpa mengenal lelah, bersinergi dengan unsur TNI, Polri, Basarnas, dan instansi terkait lainnya.

 

Rencana operasi ke depan akan terus mengutamakan evakuasi melalui jalur udara guna mempercepat proses penyelamatan dan pengangkutan korban. Namun demikian, apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan, evakuasi akan tetap dilaksanakan melalui jalur darat dengan memperhatikan faktor keselamatan seluruh personel.

 

Keterlibatan aktif Korpasgat dalam operasi SAR ini menjadi bukti nyata komitmen TNI Angkatan Udara dalam menjalankan misi kemanusiaan. Di tengah keterbatasan medan dan cuaca, Prajurit Korpasgat terus hadir di garis depan, mengabdikan diri demi kemanusiaan dan keselamatan sesama.penkorpasgat