BANDUNG BARAT. MAKO KORPASGAT — Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara kembali melanjutkan operasi kemanusiaan di lokasi bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Memasuki hari kedua pelaksanaan operasi SAR, prajurit Denma Korpasgat kembali diterjunkan untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban yang diduga masih tertimbun material longsor, Minggu (25/01/2026).
Bencana longsor yang terjadi pada Sabtu dini hari 24 Januari 2026 akibat curah hujan tinggi di kawasan lereng Gunung Burangrang tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga tertimbun material tanah. Berdasarkan data sementara, bencana ini berdampak terhadap sekitar 113 jiwa dari 34 kepala keluarga. Hingga hari kedua operasi SAR, 23 orang berhasil ditemukan selamat, sementara 16 korban ditemukan meninggal dunia, dan puluhan warga lainnya masih dinyatakan hilang.
Dengan semangat pengabdian kepada masyarakat, prajurit Korpasgat tetap melaksanakan tugas meskipun menghadapi medan yang berat, berlumpur, serta kondisi tanah yang masih labil. Dilengkapi perlengkapan Search and Rescue (SAR), personel melaksanakan penyisiran di sektor-sektor pencarian guna mempercepat proses evakuasi secara aman.
Dalam pelaksanaannya, prajurit Korpasgat tergabung dalam Tim SAR Gabungan bersama Basarnas, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, dan unsur relawan. Keterlibatan Korpasgat ini merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Udara dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) untuk senantiasa hadir membantu masyarakat yang tertimpa musibah.Penkorpasgat




































