Brigade Parako 2 Pasgat Gelar P5AU Melalui Safari Hukum, Intelijen dan Lambangja

Brigade Parako 2 Pasgat Gelar P5AU Melalui Safari Hukum, Intelijen dan Lambangja

Malang – Brigade Parako 2 Pasgat. Prajurit Brigade Parako 2 Pasgat beserta jajaran wilayah Malang melaksanakan kegiatan Pencegahan, Penanggulangan dan Penindakan Permasalahan Personel Angkatan Udara (P5AU) melalui Safari Hukum, Intelijen dan Keselamatan Terbang dan Kerja (Lambangja) yang berlangsung di Aula Oman Jumarna, Markas Batalyon Parako 472 Pasgat, Selasa (20/05/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan satuan guna meningkatkan pemahaman hukum, disiplin, kewaspadaan intelijen, serta budaya keselamatan kerja bagi seluruh personel dalam mendukung pelaksanaan tugas.

Safari Hukum dipimpin oleh Perwira Hukum Brigade Parako 2 Pasgat Lettu Kum Rizki Amantha Hasibuan, S.H., sedangkan Safari Intelijen dan Lambangja dipimpin oleh Perwira Intelijen Brigade Parako 2 Pasgat Letda Pas Slamet Handono bersama tim pembina dari Markas Brigade Parako 2 Pasgat.

Dalam materinya, Lettu Kum Rizki Amantha Hasibuan, S.H., menyampaikan tentang ketentuan hukum militer, peraturan kedinasan, disiplin prajurit, serta pemahaman hukum pidana dan perdata yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas sehari-hari. Ia menegaskan bahwa kesadaran hukum menjadi landasan utama agar setiap prajurit selalu bertindak sesuai aturan demi menjaga nama baik pribadi maupun satuan.

Sementara itu, Letda Pas Slamet Handono memaparkan materi mengenai dinamika situasi keamanan, deteksi dini terhadap potensi ancaman, pengumpulan informasi, serta tata cara pelaporan yang cepat dan tepat. Selain itu, sebagai Perwira Safety, dirinya juga memberikan pembekalan mengenai Lambangja meliputi prinsip dasar keselamatan kerja, potensi bahaya dalam pelaksanaan tugas, serta pentingnya disiplin menerapkan prosedur keselamatan dalam setiap kegiatan operasional.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh prajurit Brigade Parako 2 Pasgat dapat meningkatkan kepatuhan hukum, kewaspadaan intelijen, serta budaya keselamatan kerja sehingga kesiapsiagaan satuan semakin optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas negara.