Malang- Batalyon Parako 472 Pasgat. Komandan Batalyon Para Komando (Danyon Parako) 472 Pasgat melaksanakan kegiatan video conference (vicon) bersama seluruh prajurit Yon Parako 472 Pasgat yang sedang mengemban amanah penugasan di luar daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Nanggala, Malang, Jumat (31/1/2026).
Pelaksanaan vicon ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian pimpinan terhadap kondisi serta moril prajurit di daerah penugasan, sekaligus sebagai sarana komunikasi langsung untuk menyampaikan arahan dan instruksi dari komando atas agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai koridor dan ketentuan yang berlaku.
Dalam pengarahannya, Danyon Parako 472 Pasgat Letkol Pas Riwan Sugiyono, M.Han., yang didampingi Pjs Pasiops Kapten Pas Habel, menekankan sejumlah poin penting yang harus dipedomani seluruh prajurit. Di antaranya agar senantiasa memegang teguh nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI dalam setiap interaksi dengan masyarakat maupun pelaksanaan prosedur operasi di lapangan.
Lebih lanjut, Danyon menegaskan pentingnya kewaspadaan dalam medan penugasan dengan selalu mengutamakan faktor keselamatan (safety), memperkuat kolaborasi dan kerja sama dengan satuan maupun instansi terkait, serta menghindari segala bentuk permasalahan yang dapat merugikan diri sendiri maupun satuan. Prajurit juga diingatkan untuk bekerja dengan sepenuh hati, ikhlas, penuh rasa tanggung jawab, serta senantiasa memberikan yang terbaik dengan tetap menjalankan hierarki dan prosedur sesuai ketentuan.
Selain itu, perhatian terhadap kesehatan dan kebugaran fisik, saling mengingatkan antar sesama prajurit, serta peningkatan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi penekanan penting dalam pengarahannya. Danyon juga menegaskan agar seluruh prajurit senantiasa menjaga nama baik satuan dan kehormatan Korps Baret Jingga di manapun bertugas.
Menutup arahannya, Danyon Parako 472 Pasgat menegaskan bahwa tugas merupakan kehormatan bagi setiap prajurit, serta mengingatkan bahwa ada keluarga yang senantiasa menanti kepulangan para prajurit dengan rasa bangga di rumah.




































